Berdzikir dengan Penuh Harap dan Cemas

Ketika berdzikir, kita sedang mengingat Allah dan sedang berkomunikasi dengan-Nya.
Alangkah tidak pantasnya, ketika sedang berdzikir, kita bermain-main.
Kepada manusia saja, kita begitu hormat, apalagi kepada pencipta manusia.
Jaga sikap kita kepada Allah.
Jangan sampai Allah marah melihat sikap tidak pantas kita, nanti kita akan dapat peringatan yang keras. Seperti : GEMPA contohnya.


(Taushiyah ini disampaikan pada siswa putra SMAIT Nurul Fikri setelah pembacaan Al Ma'tsurat pada pagi hari Selasa, 29 September 2009. Besoknya, Rabu, 30 September 2009, terjadi gempa di Padang. Astaghfirullahal 'azhiim)

0 Response to " Berdzikir dengan Penuh Harap dan Cemas "

Posting Komentar